Perlengkapan Senjata Allah VIII

Pedang Roh

Efesus 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Dalam peperangan suatu pasukan tidak akan mencapai kemenangan kalau hanya bertahan. Mereka juga harus memiliki senjata untuk menyerang. Sekuat apapun pertahanan, kalau kita tidak melakukan serangan balasan, maka suatu saat pertahanan itu pasti jebol.

Demikian juga dalam peperangan rohani. Kita tidak bisa menang kalau hanya bertahan saja. Kita harus melakukan perlawanan. Untuk perlawanan itu Tuhan memberikan satu senjata yang dapat mengalahkan Iblis, yaitu Pedang Roh. Dengan Pedang Roh kita sanggup melawan dan menghancurkan Iblis.

Saudaraku, dalam peperangan, kita juga dituntut untuk mahir dalam menggunakan persenjataan. Secanggih apapun persenjataan kita kalau kita tidak mahir menggunakannya maka akan menjadi sia-sia, kita akan kalah. Sama halnya dengan peperangan rohani. Kitapun harus mahir menggunakan Pedang Roh itu, kalau kita tidak mahir, maka Pedang Roh itu tidak akan dapat berbuat apa-apa.
Apa yang dimaksud dengan Pedang Roh? Pedang Roh bukanlah benda yang berbentuk pedang seperti yang ada didunia ini. Dalam Efesus 6:17, yang dimaksud dengan Pedang Roh adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan sanggup menghancurkan benteng-benteng musuh.

II Korintus 10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Saudaraku, Pedang Roh itu tidak berwujut, bukan berbentuk buku, bukan pula berbentuk salib. Jadi, ketika menghadapi setan, jangan menakut-nakutinya dengan salib atau Alkitab. Karena itu akan membuat setan menertawai anda. Mengapa? Karena ternyata kita memberhalakan Alkitab dan salib.

Pedang Roh (firman Tuhan) itu ada didalam hati dan di dalam mulut kita. Mari kita perhatikan ayat dibawah :

Roma 10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Saudaraku, untuk melawan Iblis jangan menakut-nakutinya dengan menunjuk-nunjukkan salib atau Alkitab. Tetapi dengan memperkatakan firman Tuhan. Firman Tuhan itu ada dalam hati dan mulut kita. Oleh sebab itu kita harus senantiasa mengisi hati kita dengan firman Tuhan sehingga kita memiliki senjata itu. Tanpa mengisinya kita tidak mungkin bisa mempergunakannya.

Suatu ketika di padang gurun, Tuhan Yesus di cobai oleh Iblis sebanyak tiga kali.
Pencobaan pertama iblis berkata “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:3-4).

Percobaan kedua iblis berkata: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”(Matius 4:6-7).

Percobaan ke tiga : “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:9-10)

Coba kita perhatikan, dari ketiga percobaan itu, Tuhan Yesus menggunakan Firman Tuhan. Dia memperkatakan firman Tuhan dan hal itu membuat Iblis tidak bisa berbuat apa-apa. Tuhan Yesus telah memberi teladan kepada kita bagaimana cara melawan iblis. Kita bisa mematahkan segala siasat Iblis hanya dengan menggunakan Firman Tuhan.

Oh Ya, kita jangan lupa, bahwa Tuhan sudah menaklukkan segala yang ada di bumi dan disurga dalam nama Tuhan Yesus (Filipi 2:9-10), oleh sebab itu maka akan menjadi lebih sempurna jika firman itu kita perkatakan didalam nama Tuhan Yesus.

Suatu malam pada bulan Nopember 2007 kami kedatangan dua makhluk (setan) yang tidak di undang. Dua makhluk itu datang menyerang kami pada jam 23.00. Dan mulai dari jam tersebut sampai kira-kira jam 04.00 pagi kami berperang untuk mengusirnya. Jujur, kami belum pernah mengalami hal ini sebelumnya sehingga kami tidak mengetahui cara yang paling efektive untuk mengusirnya. Mula-mula kami hanya menyanyikan lagu pujian penyembahan. Namun makhluk itu pergi sebentar dan datang lagi. Demikianlah terus berlanjut. Namun Tuhan tidak membiarkan kami, melalui Roh Kudus, Tuhan ajarkan kami cara mengusirnya. Roh Kudus ingatkan kami tentang firman-firman yang digunakan melawan setan dan ajarkan kami bagaimana memperkatakannya di dalam nama Tuhan Yesus. Akhirnya setannya pergi dan tak kembali lagi. Firman Tuhan dan nama Yesus membuatnya tidak berkutik.

Untuk itu, kita harus senantiasa membaca Alkitab saudaraku, sehingga hati kita dipenuhi oleh firman Tuhan. Karena, bagaimana mungkin kita bisa memperkatakan firman itu kalau hati kita tidak menyimpannya. Apakah dalam peperangan kita masih memiliki waktu untuk membuka Alkitab kemudian mencari firman-firman yang cocok? Terlambat saudara…lagipula Iblis menyerang tidak pernah kasih aba-aba. Dia sering datang tiba-tiba dan tidak di duga-duga.

Saudaraku, serangan iblis tidak selamanya muncul sebagai serangan fisik. Iblis lebih sering menyerang dalam bentuk dakwaan-dakwaan, dan dalam bentuk keinginan daging. Sama seperti ketika berhadapan dengan Tuhan Yesus, Iblis menyerangnya dengan mencobai keinginan dagingNya. Tapi karena Tuhan Yesus penuh firman maka Dia dapat mematahkan semua serangan itu.

Saudaraku, iblis sering menyerang kita dengan dosa-dosa masa lalu kita. Dia berkata begini : ” Sudahlah, dosamu sudah terlalu besar. Tidak layak engkau menjadi pelayan Tuhan!”. Untuk itu kita bisa menghadapinya dengan berkata : “Hai Iblis, Firman Tuhan berkata “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. (Yesaya 1:18). Tuhan sudah mengampuni segala dosaku. Didalam nama Tuhan Yesus aku perintahkan enyah engkau dari hidupku”.

Tapi jangan lupa mengimani firman itu saudara. Perkatakan firman itu dengan iman yang teguh dan jangan ragu, maka ia akan lari dari hidup kita(I Petrus 5:9). Amin
Tuhan Yesus memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: