Perlengkapan Senjata Allah V

Kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera

Efesus 6:14-15 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

Kasut adalah alas kali, pelindung kaki. Sebenarnya pada awalnya saya tidak mengerti apa hubungannya kasut dengan pemberitaan Injil. Bukankah seharusnya pemberitaan Injil adalah tugas dari pada mulut? Mengapa pula ada istilah berkasutkan kerelaan memberitakan Injil? Yang menjadi pertanyaan, mengapa Paulus tidak mengatakan “biarlah dengan mulutmu engkau memberitakan Injil damai sejahtera”.

Saudaraku, saya yakin sekali bahwa setiap kata demi kata yang tertulis dalam Alkitab mempunyai makna. Kasut berkaitan dengan langkah-langkah kaki kita, artinya berkaitan dengan gerak-gerik kita. Tuhan ingin agar kita memberitakan Injil damai sejahtera dalam setiap gerak-gerik kita. Mengapa tidak dikatakan “biarlah mulutmu memberitakan Injil damai sejahtera?”, itu karena Tuhan tidak mau Injil hanya diberitakan lewat mulut saja. Banyak orang yang hanya bisa memberitakan Injil lewat mulut, tapi pada prakteknya hidupnya tidak berpadanan dengan Injil itu. Akibatnya ia tersandung dan orang yang mendengar pemberitaannyapun ikut tersandung dan jatuh dalam sungut-sungut. Akhirnya nama Tuhan tidak dipermuliakan tetapi sebaliknya, dipermalukan.
Filipi 1:27a Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus,

Saudaraku, ketika kita memberitakan Injil di sekeliling kita, maka pertama sekali yang dilihat orang adalah kehidupan kita. Apakah kita hidup sesuai dengan apa yang kita beritakan. Bagaimana mungkin kita berkata “didalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera” sementara di tengah-tengah keluarga kita tidak ada damai sejahtera. Suami dan istri tidak pernah satu hati, sering bertengkar, bahkan bertengkar hebat sampai semua tetangga mendengar. Bagaimana mungkin kita memberitakan pertobatan kalau kita sendiri masih belum bertobat, kita masih suka minum-minuman keras, masih merokok (maaf bagi peminum dan perokok) padahal untuk hal tersebut pemerintah saja menganjurkan untuk tidak di lakukan, apalagi Tuhan.

Singkatnya, arti dari berkasutkan kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera adalah bahwa dalam setiap gerak langkah kita, orang melihat ada Injil Kristus di dalamnya. Kemanapun kita melangkahkan kaki, hidup kita senantiasa berpadanan dengan Injil Kristus dan membawa damai sejahtera bagi orang yang ada disekitar kita. Dengan kata lain, kita membawakan Injil Kristus senantiasa dalam setiap kehidupan kita, bisa menjadi kesaksian sehingga ketika memberitakan Injil, kita tidak ditolak.

I Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Lalu, mengapa dalam peperangan rohani kita harus mengenakan kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera?

Saudaraku, seperti yang saya tulis dalam artikel terdahulu bahwa musuh kita, Iblis adalah musuh yang sangat licik. Dia akan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Dia akan memasang jerat agar setiap kaki anak Tuhan tersandung dan akhirnya jatuh. Bagi anak-anak Tuhan yang tidak berkasutkan kerelaan memberitakan Injil, maka akan tersandung dan jatuh dalam perangkap Iblis.

Ada orang salah dalam melangkah yang akhirnya melakukan hal-hal yang tidak berkenan dan menyakiti hati Tuhan. Ada orang yang karena salah melangkah dalam berpacaran akhirnya jatuh dalam pergaulan bebas, ada orang yang salah melangkah dalam bisnis akhirnya jatuh dalam tipu menipu, ada juga orang yang karena salah melangkah dalam memilih pasangan hidup, akhirnya meninggalkan keyakinannya terhadap Kristus dan beralih ke kayakinan lain, dan banyak lagi contoh salah melangkah yang sering kita lihat. Maka, dengan berkasutkan kerelaan memberitakan injil damai sejahtera, maka langkah-langkah kita akan terhindar dari jebakan dan perangkap Iblis sehingga kita tidak akan salah dalam melangkah dan tidak akan jatuh.

Saudaraku, di bukit golgota Tuhan Yesus rela menanggung penderitaan yang seharusnya tidak Ia derita. Kakinya di paku dan di tancapkan di kayu salib. Tahukan saudara kaki siapa yang seharusnya di paku dan ditancapkan disana? Seharusnya kaki kitalah yang dipakukan dan ditancapkan pada kayu itu, karena kita sering melangkahkan kaki kita ke hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kita sering melangkahkan kaki ke lembah dosa. Namun karena kasihnya yang begitu besar, ia merelakan kakinya yang mulia di paku dan ditancapkan di kayu salib.

Tahukan saudara betapa mulianya kaki Tuhan Yesus?
Didalam Alkitab saya mencatat ada beberapa orang yang sangat menghargai kaki Tuhan Yesus. Diantaranya adalah Yohanes pembabtis, Maria dari Betania dan Yairus kepala rumah ibadat. Yohanes pembabtis berkata bahwa membuka kasut Yesuspun dia merasa tidak layak (Matius 3:11). Maria dari Betania meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu murni yang sangat mahal harganya(Yohanes 12:3), Yairus seorang kepala rumah ibadat tersungkur di depan kaki Yesus untuk kesembuhan anak perempuan satu-satunya (Lukas 8:41). Bahkan banyak orang yang ketika diletakkan di kaki Tuhan Yesus menjadi sembuh atas segala penyakitnya.

Haleluya, betapa baiknya Tuhan, dia telah merelakan kakinya di paku untuk menggantikan kaki saya dan saudara. Oleh sebab itu, biarlah kita membalas semua kebaikan Tuhan itu dengan berkasutkan kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera yaitu dengan cara hidup kita berpadanan dengan Injil Kristus. Sehingga di dalam hidup kita terpancar sinar kemuliaan Tuhan.

Jemaat Antiokhia adalah jemaat yang sangat baik dan murah hati. Mereka suka membantu dengan mengumpulkan uang untuk menolong orang-orang yang berkekurangan. Merekalah pertama sekali di sebut orang Kristen (Kisah para rasul 11:26). Itu menunjukkan bahwa mereka telah berhasil menjadi suratan Kristus. Nyata benar injil Kristus dalam hidup mereka sehingga mereka disebut pengikut Kristus (Kristen).

II Korintus 3:2-3 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Tuhan Yesus memberkati. Amin
Bersambung…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: