Perlengkapan Senjata Allah II

Roh jahat, roh yang menimbulkan kejahatan

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Pada artikel terdahulu kita sudah membahas strategi iblis dan celah yang dapat dimanfaatkannya untuk menjatuhkan dan menguasai umat Tuhan. Pada bagian ini kita akan membahas siapa musuh kita.

Dari ayat diatas kita melihat bahwa musuh kita adalah bukan terdiri dari darah dan daging yaitu manusia, tetapi musuh kita adalah roh-roh jahat (iblis dan antek-anteknya), yaitu roh yang menimbulkan kejahatan.
Mengapa seseorang bisa berbuat jahat? Percayalah, kalau ditanya pasti tidak ada seorang manusiapun yang mau dan rela berbuat jahat. Orang bisa berbuat jahat karena dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi untuk tidak berbuat kejahatan. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak berbuat jahat karena ada roh yang menguasai dan mengendalikan dirinya, yaitu roh jahat.

Kemarin, disalah satu situs sahabat kristiani, di bagian shoutbox ada seseorang bertanya bagaimana caranya menghilangkan kebiasaan berjudi. Dia bertanya demikian pastilah karena sebenarnya dia tidak mau main judi. Tapi kenapa dia masih melakukannya? Itu karena dia sudah tidak dapat lagi menguasai dan mengendalikan dirinya. Dia sudah di kendalikan oleh roh jahat yang disebut juga dengan “roh judi”. Oleh sebab, itu supaya dia bisa terbebas dari perjudian, maka roh judi yang ada dalam dirinya mesti di lepaskan dan di usir jauh-jauh.

Lalu bagaimana dengan keterikatan narkoba? Sama saja! Tidak ada seorangpun yang iklas untuk hidup dalam kecanduan narkoba. Mereka bisa kecanduan karena ada roh yang mengikat mereka untuk terus dalam kecanduan, yaitu roh jahat. Dengan usaha dan kekuatan/kepintaran manusia belum bisa menjamin bahwa seorang yang sudah kecanduan narkoba dapat lepas dengan mudahnya. Kalaupun bisa bebas pastilah akan bersifat sementara saja. Sebelum roh yang mengikat dia dilepaskan, maka suatu saat dia pasti akan jatuh kembali.

Dulu saya terikat dan kecanduan dengan rokok. Dalam satu hari saya menghabiskan sampai dua bungkus rokok (baca dalam halaman kesaksian). Saya menyadari itu tidak baik dan berusaha menghentikannya dengan cara saya, namun tidak berhasil. Kenapa? Karena roh yang menyebabkan saya kecanduan rokok belum lepas. Tapi setelah saya bertobat dan berdoa sungguh-sungguh akhirnya roh yang mengikat saya itu lepas dan sayapun bebas.

Lalu bagaimana dengan kejahatan lainnya? Seperti kekerasan, pemboman, pembunuhan dan lain-lain. Juga sama saja, mereka melakukan itu sebenarnya karena mereka di ikat oleh roh jahat yang namanya “roh kekerasan”. Lalu bagaimana? Apakah orang yang berbuat kekerasan mesti dibunuh dan dibinasakan? Sia-sia saja. Dari pada menuntut mereka di hukum mati, lebih baik kita mendoakan mereka agar mereka bertobat dan terbebas dari roh yang mengikat mereka itu. Kalaupun mereka di hukum mati, yang mati hanya tubuh dan darah mereka. Sementara roh yang menyebabkan mereka berbuat jahat akan berpindah ke orang lainnya yang membuka diri bagi kehadiran roh jahat tersebut.

Saudaraku, kalau dengan membunuh mereka kejahatan bisa hilang, pastilah kejahatan sudah hilang saat ini, karena sejak dahulu sudah banyak orang jahat yang dihukum mati, ataupun mati karena digebukin massa. Tapi faktanya tidak demikian, justru saat ini kejahatan makin tumbuh subur dan berkembang. Mengapa demikian? Itu karena semakin banyak orang yang membuka dirinya untuk dikuasai dan di kendalikan oleh roh jahat ini.

Matius 12:43a “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian.

Apabila roh jahat keluar dari seseorang, maka ia mencari yang lainnya untuk di kuasainya.

II Timotius 2:25-26 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Saudaraku, dari ayat diatas kita melihat orang yang suka melawan (berbuat kekerasan/kejahatan) adalah kehendak iblis. Artinya Iblislah yang menyebabkan itu semua. Orang tersebut sudah di ikat oleh iblis sehingga tanpa di sadarinya dia sudah melakukan kehendak iblis.

Sama seperti kuda, jika pada mulut kuda sudah terpasang tali kekang, maka kuda tersebut gampang di kendalikan oleh orang yang menungganginya. Jika penunggangnya tidak baik, maka kuda akan dikendalikan untuk berbuat kekacauan. Orang yang berbuat kejahatan sama seperti kuda yang sudah dipasang tali kekang/kendali, namun karena yang kelihatan hanya kudanya maka orang akan menghancurkan kudanya, mereka tidak tahu bahwa penyebab semuanya adalah orang yang menunggangi kuda tersebut. Setelah kuda itu mati maka penunggang kuda itu akan memasang tali kendali pada kuda lainnya dan berbuat hal yang sama.

Jadi intinya, yang sebenarnya perlu di usir adalah oknum yang menguasai dan mengendalikan kuda tersebut. Setelah oknum itu di usir, maka pada kuda tersebut harus dipasang kembali tali kekang dan di kendalikan oleh orang yang baik, sehingga kuda itu di pergunakan untuk hal-hal yang baik. Jangan biarkan kuda tersebut tidak ada penguasanya, karena oknum jahat tadi akan kembali dan menguasai kembali kuda itu dan melakukan hal-hal yang lebih jahat.

Matius 12:43-45 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Saudaraku, supaya kita tidak di kuasai oleh iblis, maka kita harus menyerahkan diri kita ketangan yang lebih berkuasa yaitu Tuhan Yesus. Dia sanggup melepaskan kita dari kuasa kegelapan itu. Hanya Yesus yang sanggup melepaskan kita dari ikatan dan jerat iblis. Oleh sebab itu marilah kita menyerahkan hidup kita pada-Nya untuk di pakai Tuhan sebagai alatnya menjadi senjata-senjata kebenaran.

Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Tuhan Yesus memberkati…..Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: