Ujian dan Percobaan

Ujian dan Pencobaan
Sandra Nair – 7/03/2004

“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” Yakobus 1: 13-15

Ada perbedaan yang sangat jelas antara ujian dan pencobaan. Hari ini kita mau belajar bersama-sama akan kedua hal ini, ujian dan pencobaan. Perbedaan yang paling penting dari kedua hal ini adalah sumbernya; Ujian datangnya dari Tuhan, namun pencobaan datangnya dari iblis.

Pencobaan yang datangnya dari iblis ini mempunyai maksud supaya kita akhirnya melakukan kesalahan dan masuk ke dalam dosa.

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Tujuan si iblis adalah untuk membinasakan kita! Ia ingin agar kita berdosa dan binasa.

Sekarang setelah kita tau apa pencobaan dari si iblis, marilah kita melihat apa tujuan ujian yang dari Tuhan itu.

Ujian dari Tuhan adalah untuk menguji iman kita. Melalui ujian maka iman kita bertumbuh menjadi iman yang dapat memindahkan gunung.

“Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17: 20)

Orang Kristen banyak yang percaya bahwa kita tidak perlu mempunyai iman yang besar karena ayat di atas. Janganlah kita salah, memang biji sesawi kecil, namun bukan berarti dengan iman kita yang tetap kecil kita mampu memindahkan gunung. Kita perlu memiliki iman yang bertumbuh, seperti biji sesawi yang kecil, yang bertumbuh menjadi pohon.

“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”” (Matius 13: 31-32).

Dan dengan ujian-ujian dari Tuhan lah maka iman kita akan bertumbuh!

Di dalam hidup ini, kita akan menghadapi banyak ujian dan pencobaan. Pencobaan bukan dosa. Namun jika kita jatuh ke dalamnya, maka kita akan masuk ke dalam dosa. Ujian dan pencobaan akan membuat kita bertumbuh semakin dewasa.

Jika kita jatuh ke dalam dosa, marilah kita bertobat, maka Tuhan akan mengampuni. Jangan kita biarkan penyesalan dan penuduhan terus di dalam hidup kita, sebab itu datangnya bukan dari Tuhan.

Ketahuilah bahwa tanpa ujian kita tidak akan bertumbuh; dan tanpa goncangan kita tidak akan menjadi dewasa.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: