Ujian dan Percobaan

April 11, 2009

Ujian dan Pencobaan
Sandra Nair – 7/03/2004

“Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.” Yakobus 1: 13-15

Ada perbedaan yang sangat jelas antara ujian dan pencobaan. Hari ini kita mau belajar bersama-sama akan kedua hal ini, ujian dan pencobaan. Perbedaan yang paling penting dari kedua hal ini adalah sumbernya; Ujian datangnya dari Tuhan, namun pencobaan datangnya dari iblis.

Pencobaan yang datangnya dari iblis ini mempunyai maksud supaya kita akhirnya melakukan kesalahan dan masuk ke dalam dosa.

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10)

Tujuan si iblis adalah untuk membinasakan kita! Ia ingin agar kita berdosa dan binasa.

Sekarang setelah kita tau apa pencobaan dari si iblis, marilah kita melihat apa tujuan ujian yang dari Tuhan itu.

Ujian dari Tuhan adalah untuk menguji iman kita. Melalui ujian maka iman kita bertumbuh menjadi iman yang dapat memindahkan gunung.

“Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17: 20)

Orang Kristen banyak yang percaya bahwa kita tidak perlu mempunyai iman yang besar karena ayat di atas. Janganlah kita salah, memang biji sesawi kecil, namun bukan berarti dengan iman kita yang tetap kecil kita mampu memindahkan gunung. Kita perlu memiliki iman yang bertumbuh, seperti biji sesawi yang kecil, yang bertumbuh menjadi pohon.

“Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”” (Matius 13: 31-32).

Dan dengan ujian-ujian dari Tuhan lah maka iman kita akan bertumbuh!

Di dalam hidup ini, kita akan menghadapi banyak ujian dan pencobaan. Pencobaan bukan dosa. Namun jika kita jatuh ke dalamnya, maka kita akan masuk ke dalam dosa. Ujian dan pencobaan akan membuat kita bertumbuh semakin dewasa.

Jika kita jatuh ke dalam dosa, marilah kita bertobat, maka Tuhan akan mengampuni. Jangan kita biarkan penyesalan dan penuduhan terus di dalam hidup kita, sebab itu datangnya bukan dari Tuhan.

Ketahuilah bahwa tanpa ujian kita tidak akan bertumbuh; dan tanpa goncangan kita tidak akan menjadi dewasa.


Perlengkapan Senjata Allah VIII

Maret 20, 2009

Pedang Roh

Efesus 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Dalam peperangan suatu pasukan tidak akan mencapai kemenangan kalau hanya bertahan. Mereka juga harus memiliki senjata untuk menyerang. Sekuat apapun pertahanan, kalau kita tidak melakukan serangan balasan, maka suatu saat pertahanan itu pasti jebol.

Demikian juga dalam peperangan rohani. Kita tidak bisa menang kalau hanya bertahan saja. Kita harus melakukan perlawanan. Untuk perlawanan itu Tuhan memberikan satu senjata yang dapat mengalahkan Iblis, yaitu Pedang Roh. Dengan Pedang Roh kita sanggup melawan dan menghancurkan Iblis.

Saudaraku, dalam peperangan, kita juga dituntut untuk mahir dalam menggunakan persenjataan. Secanggih apapun persenjataan kita kalau kita tidak mahir menggunakannya maka akan menjadi sia-sia, kita akan kalah. Sama halnya dengan peperangan rohani. Kitapun harus mahir menggunakan Pedang Roh itu, kalau kita tidak mahir, maka Pedang Roh itu tidak akan dapat berbuat apa-apa.
Apa yang dimaksud dengan Pedang Roh? Pedang Roh bukanlah benda yang berbentuk pedang seperti yang ada didunia ini. Dalam Efesus 6:17, yang dimaksud dengan Pedang Roh adalah Firman Tuhan. Firman Tuhan sanggup menghancurkan benteng-benteng musuh.

II Korintus 10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Saudaraku, Pedang Roh itu tidak berwujut, bukan berbentuk buku, bukan pula berbentuk salib. Jadi, ketika menghadapi setan, jangan menakut-nakutinya dengan salib atau Alkitab. Karena itu akan membuat setan menertawai anda. Mengapa? Karena ternyata kita memberhalakan Alkitab dan salib.

Pedang Roh (firman Tuhan) itu ada didalam hati dan di dalam mulut kita. Mari kita perhatikan ayat dibawah :

Roma 10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

Saudaraku, untuk melawan Iblis jangan menakut-nakutinya dengan menunjuk-nunjukkan salib atau Alkitab. Tetapi dengan memperkatakan firman Tuhan. Firman Tuhan itu ada dalam hati dan mulut kita. Oleh sebab itu kita harus senantiasa mengisi hati kita dengan firman Tuhan sehingga kita memiliki senjata itu. Tanpa mengisinya kita tidak mungkin bisa mempergunakannya.

Suatu ketika di padang gurun, Tuhan Yesus di cobai oleh Iblis sebanyak tiga kali.
Pencobaan pertama iblis berkata “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:3-4).

Percobaan kedua iblis berkata: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”(Matius 4:6-7).

Percobaan ke tiga : “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:9-10)

Coba kita perhatikan, dari ketiga percobaan itu, Tuhan Yesus menggunakan Firman Tuhan. Dia memperkatakan firman Tuhan dan hal itu membuat Iblis tidak bisa berbuat apa-apa. Tuhan Yesus telah memberi teladan kepada kita bagaimana cara melawan iblis. Kita bisa mematahkan segala siasat Iblis hanya dengan menggunakan Firman Tuhan.

Oh Ya, kita jangan lupa, bahwa Tuhan sudah menaklukkan segala yang ada di bumi dan disurga dalam nama Tuhan Yesus (Filipi 2:9-10), oleh sebab itu maka akan menjadi lebih sempurna jika firman itu kita perkatakan didalam nama Tuhan Yesus.

Suatu malam pada bulan Nopember 2007 kami kedatangan dua makhluk (setan) yang tidak di undang. Dua makhluk itu datang menyerang kami pada jam 23.00. Dan mulai dari jam tersebut sampai kira-kira jam 04.00 pagi kami berperang untuk mengusirnya. Jujur, kami belum pernah mengalami hal ini sebelumnya sehingga kami tidak mengetahui cara yang paling efektive untuk mengusirnya. Mula-mula kami hanya menyanyikan lagu pujian penyembahan. Namun makhluk itu pergi sebentar dan datang lagi. Demikianlah terus berlanjut. Namun Tuhan tidak membiarkan kami, melalui Roh Kudus, Tuhan ajarkan kami cara mengusirnya. Roh Kudus ingatkan kami tentang firman-firman yang digunakan melawan setan dan ajarkan kami bagaimana memperkatakannya di dalam nama Tuhan Yesus. Akhirnya setannya pergi dan tak kembali lagi. Firman Tuhan dan nama Yesus membuatnya tidak berkutik.

Untuk itu, kita harus senantiasa membaca Alkitab saudaraku, sehingga hati kita dipenuhi oleh firman Tuhan. Karena, bagaimana mungkin kita bisa memperkatakan firman itu kalau hati kita tidak menyimpannya. Apakah dalam peperangan kita masih memiliki waktu untuk membuka Alkitab kemudian mencari firman-firman yang cocok? Terlambat saudara…lagipula Iblis menyerang tidak pernah kasih aba-aba. Dia sering datang tiba-tiba dan tidak di duga-duga.

Saudaraku, serangan iblis tidak selamanya muncul sebagai serangan fisik. Iblis lebih sering menyerang dalam bentuk dakwaan-dakwaan, dan dalam bentuk keinginan daging. Sama seperti ketika berhadapan dengan Tuhan Yesus, Iblis menyerangnya dengan mencobai keinginan dagingNya. Tapi karena Tuhan Yesus penuh firman maka Dia dapat mematahkan semua serangan itu.

Saudaraku, iblis sering menyerang kita dengan dosa-dosa masa lalu kita. Dia berkata begini : ” Sudahlah, dosamu sudah terlalu besar. Tidak layak engkau menjadi pelayan Tuhan!”. Untuk itu kita bisa menghadapinya dengan berkata : “Hai Iblis, Firman Tuhan berkata “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. (Yesaya 1:18). Tuhan sudah mengampuni segala dosaku. Didalam nama Tuhan Yesus aku perintahkan enyah engkau dari hidupku”.

Tapi jangan lupa mengimani firman itu saudara. Perkatakan firman itu dengan iman yang teguh dan jangan ragu, maka ia akan lari dari hidup kita(I Petrus 5:9). Amin
Tuhan Yesus memberkati


Perlengkapan Senjata Allah VII

Maret 20, 2009

Ketopong Keselamatan

Efesus 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Ketopong adalah pelindung kepala. Kepala adalah salah satu organ tubuh yang paling vital. Bila terjadi gangguan pada kepala maka akan sangat berpengaruh kepada seluruh tubuh. Kepala adalah pusat segala aktivitas tubuh sebab segala pergerakan tubuh manusia di perintahkan dari sana. Apabila kepala mengalami kerusakan maka lumpuhlah seluruh tubuh. Oleh sebab itu kepala harus sangat di jaga. Zaman sekarang ketopong lebih terkenal dengan Helm. Mulai dari tentara sampai pengendara motor harus memakai alat ini agar lebih aman. Mengapa? Agar apabila terjadi sesuatu misalnya kecelakaan, masih ada harapan selamat karena kepala terlindungi dan terhindar dari kerusakan.

Dalam perjalanan kerohanian, kita pun harus senantiasa mengenakan ketopong pada tubuh rohani kita, itulah ketopong keselamatan, karena dalam perjalanan kita banyak bahaya dan rintangan dari si jahat yang senantiasa berusaha mencelakakan kita. Ia berusaha mencelakakan kita dengan menyerang kepala tubuh rohani kita yaitu pikiran-pikiran kita. Itulah sebabnya pikiran kita harus di kenakan ketopong keselamatan.
Wujut dari ketopong keselamatan itu adalah dengan menaruh pikiran kita akan pengharapan keselamatan yang dari Tuhan.
I Tesalonika 5:8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Saudaraku, dalam hidup ini iblis senantiasa menaruhkan pikiran-pikiran jahat, kotor, cabul, dan pikiran yang tidak benar lainnya yang ada di dunia ini pada pikiran kita. Iblis berusaha menjauhkan pikiran kita dari pikiran yang yang bersifat rohani sehingga kita tidak ingat dan tidak terpikir lagi akan Tuhan. Maka janganlah kita heran kalau banyak orang yang tidak percaya Tuhan itu ada, Mengapa? Karena pikiran mereka telah dipenuhi oleh hal-hal dunia ini. Mereka hanya menaruhkan pengharapannya pada dunia ini dengan mengejar perkara-perkara yang ada di bumi saja. Itulah sebabnya pada umumnya mereka takut akan kematian karena mereka tidak punya pengharapan akan kehidupan setelah kematian. Mereka mengira bahwa hidup ini adalah hidup yang ada di dunia ini saja. Jadi, kematian begitu menakutkan dan menganggap sebuah kesialan bagi yang mengalaminya. Bagi orang Kristen kematian bukanlah kesialan melain sebuah keuntungan (Filipi 1:21) karena dengan kematian maka kita akan memasuki kehidupan kekal yang penuh kebahagiaan bersama dengan Tuhan Yesus.

Orang Kristen yang masih takut akan kematian adalah orang Kristen yang paling malang karena walaupun mereka percaya Kristus, namun kepercayaan mereka hanya untuk hal-hal dunia ini saja.

I Korintus 15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Namun satu hal, saya berkata demikian bukan berarti kita tidak menjaga tubuh kita. Tubuh harus tetap dirawat dan di pergunakan untuk kemuliaan Tuhan, karena tubuh kita adalah bait Roh Kudus yaitu tempat Roh Kudus berdiam. Oleh sebab itu Tuhan meminta kepada kita untuk memikirkan perkara-perkara yang diatas, bukan yang di bumi ini.

Kolose 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Perkara-perkara yang diatas (surgawi) membawa kita pada keselamatan, perkara-perkara yang di bumi membawa kita kepada kebinasaan.

Saudaraku, mengenakan ketopong berarti menutup seluruh kepala kita dengan ketopong itu. Demikian juga mengenakan ketopong keselamatan berarti menaruhkan seluruh pikiran kita akan keselamatan. Tuhan Yesus adalah keselamatan kita.

II Korintus 10:5b Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Namun jangan salah saudaraku, saya berkata demikian bukan berarti kerja kita hanya berdoa saja setia hari. Kita tetap melakukan rutinitas kita sehar-hari. Kalau kita karyawan kita harus tetap bekerja dan sebaik-baiknya, kalau kita pengusaha kita juga harus tetap melakukan usaha kita sehari-hari dengan tidak melakukan tipu-menipu, dan biarlah apa yang kita kerjakan itu untuk kemuliaan Tuhan.

Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Oh ya saudara, saya baru teringat ternyata ada satu ketopong yang bukan berasal dari Tuhan yang banyak beredar di dunia. Hati-hatilah jangan sampai kita mengenakannya. Karena satu kepala tidak akan pernah bisa mengenakan dua ketopong. Itulah ketopong yang berasal dari roh-roh dunia. Dibawah ini ayatnya.

Kolose 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.

Saya yakin kita mengerti apa maksud ayat ini. Pada umumnya ketopong ini kelihatannya baik karena jarang mengajarkan hal yang jahat. Tapi itu adalah salah satu trik iblis agar kita tidak lagi berpegang kepada ajaran Tuhan Yesus, melainkan kepada ajaran-ajaran dunia ini. Salah satu contohnya adalah membawa gunting bagi ibu-ibu hamil dapat melindungi bayi dari niat jahat orang lain. Di televisi sekarang banyak iklan-iklan yang dengan kita mengetik : reg ke no xxxx di HP kita maka kita akan mendapat cara untuk menjadi kaya, hidup yang senang dan lain sebagainya. Bahkan banyak lagi ajaran-ajaran lainnya yang tidak sesuai dengan iman kita.

Saudaraku, di kayu salib Tuhan Yesus di kenakan mahkota duri pada kepalanya. Itu semua ditanggung-Nya agar kita lepas dari hukuman kekal yang seharusnya kita tanggung akibat pikiran-pikiran kita yang jahat dan dari ketopong roh-roh dunia ini yang selama ini kita pakai. Oleh sebab itu marilah kita bersyukur memuji Dia dan mengenakan ketopong baru yaitu ketopong keselamatan yang dari pada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Bersambung….


Perlengkapan Senjata Allah VI

Maret 20, 2009

Perisai Iman

Efesus 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

Perisai adalah suatu alat pertahanan yang melindungi tubuh atas serangan dari depan, baik serangan panah, maupun senjata lainnya. Sebelum berangkat berperang, setiap prajurit harus membawa perisai kalau dia tidak mau mati konyol. Saat ini perisai masih digunakan. Kebanyakan digunakan oleh Polisi anti huru-hara untuk melindungi dirinya dari serangan lemparan batu para demonstran.

Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel terdahulu yang berjudul “manjadi laskar kristus” bahwa setiap hari kita menghadapi peperangan rohani terhadap kuasa-kuasa kegelapan, oleh sebab itu sebagai laskar kristus kita juga harus mempunyai perisai kalau kita tidak mau mati konyol. Perisai yang kita bawa adalah perisai iman.
Pada ayat diatas di katakan bahwa Perisai berfungsi untuk memadamkan panah api dari si jahat. Sebenarnya perisai dapat digunakan untuk menahan serangan tombak dan pedang, namun disini Paulus memfokuskan perisai di gunakan untuk menghadapi panah api. Mengapa, karena serangan pedang selain dapat ditahan dengan perisai juga dapat ditahan dengan pedang dan tombak, serangan tombak selain dapat di tahan dengan perisai juga dapat di tahan dengan tombak dan pedang. Tetapi serangan panah api tidak dapat ditahan dengan tombak dan pedang. Panah api hanya dapat di tahan oleh perisai.

Panah api adalah senjata yang sangat kejam, membunuh dan menghanguskan, senjata yang benar-benar menghancurkan. Panah dengan mata yang tajam dapat membunuh, sementara api menghanguskan. Ini adalah senjata yang sangat kejam karena selain membunuh manusia senjata ini juga digunakan untuk menghanguskan sehingga yang menjadi korban bukan hanya mati tetapi juga terbakar dan hangus.

Ini adalah gambaran dari pekerjaan Iblis yang sangat kejam dan tidak berbelas kasihan. Dia bukan hanya berusaha membunuh manusia tetapi juga membinasakan selamanya didalam api yang kekal.

Yohanes 10:10a Pencuri (Iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan;

Bentuk serangan panah api :

1. Ditembakkan dari kejauhan.
Panah biasanya di tembakkan dari kejauhan. Dari kejauhan adalah gambaran dari masa depan. Iblis sering menyerang kita dengan intimidasi-intimidasi masa depan yang tidak pasti.. Ini sangat berbahaya dan membinasakan. Ketakutan akan masa depan membuat orang tidak semangat untuk hidup, rasa-rasanya ingin segera meninggalkan dunia ini. Ketakutan akan masa depan banyak membuat orang bertindak salah. Ada orang yang mengambil tindakan bodoh, membunuh dirinya karena merasa tidak punya harapan dan masa depan lagi. Akibatnya bukan hanya tubuhnya saja yang binasa, jiwanyapun ikut binasa.

2. Datang dari tempat yang tersembunyi.
Serangan panah api juga biasanya meluncur dari tempat yang tersembunyi. Ini adalah gambaran dari kuasa-kuasa kegelapan yang menyerang dari tempat tersembunyi. Contohnya : santet, guna-guna dan lain sebagainya. Ini semua adalah salah satu wujut pekerjaan Iblis. Banyak orang yang tidak percaya akan hal ini, tapi saya dan istri pernah mengalami serangannya dan semalam-malaman kami berperang dan dalam nama Yesus kuasa kegelapan itu tidak bisa berbuat apa-apa.

Saudaraku, dengan perisai iman, kita dapat menahan kedua serangan ini. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Dengan iman kita dapat mematahkan segala serangan panah api Iblis baik berupa intimidasi-intimidasi mengenai masa depan yang suram maupun serangan-serangan kuasa kegelapan. Dengan iman kita bisa melihat bahwa kita mempunyai masa depan yang penuh harapan. Dengan iman kita bisa melihat bahwa Tuhan sanggup melakukan perkara yang besar atas hidup kita, dan dengan iman kita juga bisa melihat bahwa Tuhan merancangkan masa depan yang penuh harapan.

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Demikian pula, dengan iman percaya kepada Tuhan Yesus, kita dapat mematahkan segala serangan kuasa kegelapan. Dan dengan mengimani firman Tuhan maka kuasa-kuasa kegelapan tidak dapat menjamah kita.

Bilangan 23:23 sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel. Pada waktunya akan dikatakan kepada Yakub, begitu juga kepada Israel, keajaiban yang diperbuat Allah:

Kita adalah Yakub-Yakub atau Israel-Israel rohani. Ayat ini memberitahu kita bahwa tidak ada mantera, tenungan ataupun sejenisnya yang mempan terhadap kita. Mengapa? Karena dengan beriman kepada Tuhan Yesus, maka kita berada didalam naungan lindungan Yang Maha Tinggi.

Mazmur 91:1-7 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialahperisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

Keluaran 14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Tapi perlu diketahui, orang Kristen yang saya maksud yang tidak mempan terhadap kuasa-kuasa kegelapan adalah orang Kristen yang benar-benar menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Bukan Kristen KTP, tapi orang Kristen yang bersedia di kuduskan dan hidup dalam kekudusan. Jabatan dalam pelayanan tidak menjamin seseorang itu hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan, makanya jangan heran kalau ada pelayan Tuhan masih bisa dan takut kena santet.

Amsal 2:7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

Saudaraku, kuat tidaknya pertahanan kita tergantung tebal tipisnya perisai kita. Semakin tebal perisai maka akan semakin kuat dan semakin baik. Demikian pula, pertahanan kerohanian kita juga akan semakin kuat kalau iman kita semakin tebal. Namun satu hal jangan lupa bahwa perisai lama-kelamaan bisa berkarat. Agar perisai tetap terpelihara maka harus senantiasa di lumuri dengan minyak, dan ini berarti perisai tidak dapat di pisahkan dengan minyak.

Yesaya 21:5b…. “Hai para panglima! Siaplah tempur, minyakilah perisai!”

Minyak adalah bicara pengurapan Roh Kudus. Oleh sebab itu agar iman kita tetap terpelihara maka harus ada pengurapan dari Roh Kudus. Mengapa? Karena salah satu fungsi dari Roh Kudus adalah memberi kekuatan kepada kita.

Raja Saul, pada pertempuran terakhir yang membawanya kepada kematian, telah memiliki tanda-tanda kekalahan. Perisai Saul tidak dilumuri dengan minyak. Hal itu menunjukkan kurangnya persiapannya dalam pertempuran itu, dan akhirnya memang benar, mereka kalah bahkan akhirnya Saul beserta anaknya Yonatan mati dalam pertempuran itu.

II Samuel 1:21 Hai gunung-gunung di Gilboa! jangan ada embun, jangan ada hujan di atas kamu, hai padang-padang pembawa kematian! Sebab di sanalah perisai para pahlawan dilumuri, perisai Saul yang tidak diurapi dengan minyak.

Tuhan Yesus memberkati
Bersambung….


Perlengkapan Senjata Allah V

Maret 20, 2009

Kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera

Efesus 6:14-15 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

Kasut adalah alas kali, pelindung kaki. Sebenarnya pada awalnya saya tidak mengerti apa hubungannya kasut dengan pemberitaan Injil. Bukankah seharusnya pemberitaan Injil adalah tugas dari pada mulut? Mengapa pula ada istilah berkasutkan kerelaan memberitakan Injil? Yang menjadi pertanyaan, mengapa Paulus tidak mengatakan “biarlah dengan mulutmu engkau memberitakan Injil damai sejahtera”.

Saudaraku, saya yakin sekali bahwa setiap kata demi kata yang tertulis dalam Alkitab mempunyai makna. Kasut berkaitan dengan langkah-langkah kaki kita, artinya berkaitan dengan gerak-gerik kita. Tuhan ingin agar kita memberitakan Injil damai sejahtera dalam setiap gerak-gerik kita. Mengapa tidak dikatakan “biarlah mulutmu memberitakan Injil damai sejahtera?”, itu karena Tuhan tidak mau Injil hanya diberitakan lewat mulut saja. Banyak orang yang hanya bisa memberitakan Injil lewat mulut, tapi pada prakteknya hidupnya tidak berpadanan dengan Injil itu. Akibatnya ia tersandung dan orang yang mendengar pemberitaannyapun ikut tersandung dan jatuh dalam sungut-sungut. Akhirnya nama Tuhan tidak dipermuliakan tetapi sebaliknya, dipermalukan.
Filipi 1:27a Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus,

Saudaraku, ketika kita memberitakan Injil di sekeliling kita, maka pertama sekali yang dilihat orang adalah kehidupan kita. Apakah kita hidup sesuai dengan apa yang kita beritakan. Bagaimana mungkin kita berkata “didalam Tuhan Yesus ada damai sejahtera” sementara di tengah-tengah keluarga kita tidak ada damai sejahtera. Suami dan istri tidak pernah satu hati, sering bertengkar, bahkan bertengkar hebat sampai semua tetangga mendengar. Bagaimana mungkin kita memberitakan pertobatan kalau kita sendiri masih belum bertobat, kita masih suka minum-minuman keras, masih merokok (maaf bagi peminum dan perokok) padahal untuk hal tersebut pemerintah saja menganjurkan untuk tidak di lakukan, apalagi Tuhan.

Singkatnya, arti dari berkasutkan kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera adalah bahwa dalam setiap gerak langkah kita, orang melihat ada Injil Kristus di dalamnya. Kemanapun kita melangkahkan kaki, hidup kita senantiasa berpadanan dengan Injil Kristus dan membawa damai sejahtera bagi orang yang ada disekitar kita. Dengan kata lain, kita membawakan Injil Kristus senantiasa dalam setiap kehidupan kita, bisa menjadi kesaksian sehingga ketika memberitakan Injil, kita tidak ditolak.

I Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Lalu, mengapa dalam peperangan rohani kita harus mengenakan kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera?

Saudaraku, seperti yang saya tulis dalam artikel terdahulu bahwa musuh kita, Iblis adalah musuh yang sangat licik. Dia akan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan anak-anak Tuhan. Dia akan memasang jerat agar setiap kaki anak Tuhan tersandung dan akhirnya jatuh. Bagi anak-anak Tuhan yang tidak berkasutkan kerelaan memberitakan Injil, maka akan tersandung dan jatuh dalam perangkap Iblis.

Ada orang salah dalam melangkah yang akhirnya melakukan hal-hal yang tidak berkenan dan menyakiti hati Tuhan. Ada orang yang karena salah melangkah dalam berpacaran akhirnya jatuh dalam pergaulan bebas, ada orang yang salah melangkah dalam bisnis akhirnya jatuh dalam tipu menipu, ada juga orang yang karena salah melangkah dalam memilih pasangan hidup, akhirnya meninggalkan keyakinannya terhadap Kristus dan beralih ke kayakinan lain, dan banyak lagi contoh salah melangkah yang sering kita lihat. Maka, dengan berkasutkan kerelaan memberitakan injil damai sejahtera, maka langkah-langkah kita akan terhindar dari jebakan dan perangkap Iblis sehingga kita tidak akan salah dalam melangkah dan tidak akan jatuh.

Saudaraku, di bukit golgota Tuhan Yesus rela menanggung penderitaan yang seharusnya tidak Ia derita. Kakinya di paku dan di tancapkan di kayu salib. Tahukan saudara kaki siapa yang seharusnya di paku dan ditancapkan disana? Seharusnya kaki kitalah yang dipakukan dan ditancapkan pada kayu itu, karena kita sering melangkahkan kaki kita ke hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kita sering melangkahkan kaki ke lembah dosa. Namun karena kasihnya yang begitu besar, ia merelakan kakinya yang mulia di paku dan ditancapkan di kayu salib.

Tahukan saudara betapa mulianya kaki Tuhan Yesus?
Didalam Alkitab saya mencatat ada beberapa orang yang sangat menghargai kaki Tuhan Yesus. Diantaranya adalah Yohanes pembabtis, Maria dari Betania dan Yairus kepala rumah ibadat. Yohanes pembabtis berkata bahwa membuka kasut Yesuspun dia merasa tidak layak (Matius 3:11). Maria dari Betania meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu murni yang sangat mahal harganya(Yohanes 12:3), Yairus seorang kepala rumah ibadat tersungkur di depan kaki Yesus untuk kesembuhan anak perempuan satu-satunya (Lukas 8:41). Bahkan banyak orang yang ketika diletakkan di kaki Tuhan Yesus menjadi sembuh atas segala penyakitnya.

Haleluya, betapa baiknya Tuhan, dia telah merelakan kakinya di paku untuk menggantikan kaki saya dan saudara. Oleh sebab itu, biarlah kita membalas semua kebaikan Tuhan itu dengan berkasutkan kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera yaitu dengan cara hidup kita berpadanan dengan Injil Kristus. Sehingga di dalam hidup kita terpancar sinar kemuliaan Tuhan.

Jemaat Antiokhia adalah jemaat yang sangat baik dan murah hati. Mereka suka membantu dengan mengumpulkan uang untuk menolong orang-orang yang berkekurangan. Merekalah pertama sekali di sebut orang Kristen (Kisah para rasul 11:26). Itu menunjukkan bahwa mereka telah berhasil menjadi suratan Kristus. Nyata benar injil Kristus dalam hidup mereka sehingga mereka disebut pengikut Kristus (Kristen).

II Korintus 3:2-3 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Tuhan Yesus memberkati. Amin
Bersambung…..


Perlengkapan Senjata Allah I

Maret 20, 2009

Celah bagi iblis untuk masuk dan menguasai manusia

Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Ayat ini menjelaskan bahwa Iblis senantiasa bekerja melalui tipu muslihat. Dengan cara itu ia mencari kesempatan dan celah untuk dapat masuk dan menguasai kita. Sekali ada celah maka ia langsung masuk dan menguasai kita, dan sekali kita dalam kuasanya maka kita akan susah untuk melepaskan diri. Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang jatuh dan masuk dalam tipu muslihat iblis, dan saya juga adalah orang yang pernah jatuh dan terikat dalam jebakan iblis.
Iblis bisa masuk dan memasang perangkapnya karena ada celah. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan iblis untuk masuk dan menguasai kita, yaitu :

1. Sikap Kompromi.
Kompromi adalah suatu sikap membuka diri untuk menerima masukan dari pihak lain.
Kompromi menjadi salah satu celah untuk iblis masuk. Hawa jatuh karena dia kompromi dan memberi iblis kesempatan berdialog dengannya. Seandainya dia langsung mematahkan segala percakapan iblis, maka ia pasti tidak akan jatuh dan terjerat dalam tipu daya iblis.

Pada umumnya orang jatuh dalam kompromi karena takut mengalami kesulitan. Contohnya, ada orang yang pada dasarnya tidak mau korupsi, tetapi karena seluruh rekan kerjanya sudah melakukan itu, dan ia takut di singkirkan dan dianggap tidak setia kawan, akhirnya diapun melakukan hal yang sama.

Saudaraku, saat ini saya sedang dalam pergumulan dalam keluarga besar saya. Keluarga besar kami dalam acara tertentu mempunyai tata cara dan kebiasaan-kebiasaan yang saya nilai bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan, oleh sebab itu saya mengambil sikap tegas tidak mau kompromi dan menolak hal itu. Akibatnya saya di kucilkan dari keluarga, bahkan dalam berbagai kegiatan saya dianggap tidak ada. Tapi tidak mengapa, saya mengasihi mereka tapi saya lebih mengasihi Tuhan. Saya berharap dan berdoa semoga suatu saat Tuhan membuka mata rohani mereka untuk menerima kebenaran firman Tuhan yang murni.

Tuhan Yesus pernah di cobai oleh iblis sebanyak tiga kali, namun Tuhan menyadari akan siasat dan tipu daya iblis dan langsung bertindak tegas dengan berkata :”enyahlah, iblis” (Matius 4:10). Akhirnya iblis mundur dan tidak berani lagi mendekat pada-Nya.

Saudaraku, jemaat Tiatira adalah jemaat yang penuh kasih, iman, jemaat yang rajin melayani bahkan dikatakan jemaat yang tekun (Wahyu 2:18-19). Namun Tuhan mencela mereka karena mereka kompromi dan membiarkan seorang wanita yang mengaku seorang nabiah dan disebut juga wanita Izebel mengajarkan ajaran sesat di tengah-tengah jemaat Tuhan.

Kompromi juga bisa terjadi karena sikap yang ragu-ragu apakah itu benar atau salah. Orang yang sudah dapat mengetahui dengan pasti mana yang benar dan mana yang salah akan dapat bertindak dengan tegas. Itu artinya kompromi adalah suatu sikap ketidak dewasaan dalam iman. Tuhan ingin umatnya menjadi umat yang dewasa dan bisa bertindak tegas, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, terlebih lagi bisa memutuskan sendiri apa yang benar (Lukas 12:57).

2. Emosi/Amarah.
Amarah dapat membuat orang kehilangan kendali atas dirinya. Setiap manusia mempunyai rasa amarah. Secara matematika amarah berbanding lurus dengan harga diri. Semakin tinggi harga diri seseorang maka semakin tinggi pula peluangnya untuk marah. Namun sebaliknya, amarah berbanding terbalik dengan kasih. Semakin tinggi amarah maka kasih akan semakin menipis. Iblis tahu senjata yang paling gampang untuk menjatuhkan manusia dan menghilangkan kasih adalah melalui amarah. Suami-Istri bisa bercerai pasti penyebab utamanya adalah amarah. Amarah sering di manfaatkan iblis untuk menjatuhkan kita. Oleh sebab itu amarah perlu di padamkan.

Efesus 4:26-27 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Amarah hanya bisa dipadamkan oleh yang namanya kerendahan hati. Orang yang rendah hati tidak akan gampang menjadi marah. Namun sebaliknya, orang yang sombong akan sangat gampang sekali menjadi marah. Kalau boleh saya jabarkan, secara matematika kerendahan hati berbanding lurus dengan kasih dan berbanding terbalik dengan amarah. Artinya, semakin besar sikap rendah hati maka semakin besar pula rasa kasih yang muncul namun semakin kecil peluang amarah untuk muncul.

3. Dosa Masa Lalu.
Iblis sering menggunakan dosa masa lalu untuk membuat anak-anak Tuhan tidak bertumbuh dalam kerohanian. Iblis sering mendakwa kita dengan dosa masa lalu yang pernah kita perbuat.

Rasul Paulus adalah orang yang punya masa lalu yang kelam. Dia menyiksa dan membunuh umat Tuhan. Dia tahu itu adalah dosa besar, namun satu hal yang dia sadari bahwa Tuhan Yesus sudah mengampuni dosanya di kayu salib, dan dia tidak mau iblis menggunakan masa lalunya untuk menghambat pelayanannya. Itulah sebabnya dia berkata :

Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Paulus menyadari bahwa Tuhan Yesus telah melupakan dosa masalalunya, oleh sebab itu untuk apa lagi dia mengingat-ngingatnya? Bukankah itu bisa menghalangi pertumbuhan kerohaniannya? Kebih baik fokus kedepan, yaitu mengerjakan visi Tuhan dalam hidupnya.

Kita semua pernah melakukan dosa, namun sejak kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus, Tuhan sudah tidak ingat lagi akan dosa kita. Oleh sebab itu kita pun tidak perlu mengingatnya lagi. Fokuskan hidup kita pada panggilan keselamatan yang dari Tuhan.

Mazmur 130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

4. Kekuatiran Masa Depan.
Iblis juga sering menggunakan masa depan untuk menakut-nakuti manusia. Gambaran masa depan yang suram adalah senjata yang paling ampuh iblis untuk membuat manusia kuatir. Karena kekuatirannya membuat manusia jatuh dalam dosa tenung/ramal. Manusia mencari tukang ramal untuk mengetahui masa depannya. Dia tidak tahu bahwa dia telah masuk dalam tipu daya dan dusta iblis.

Zakharia 10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

Saudaraku, itulah empat celah yang umum digunakan oleh iblis untuk masuk dan menguasai manusia, oleh sebab itu mari kita berjaga-jaga senantiasa dan jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk masuk dan menguasai kita.

I Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Tuhan Yesus memberkati….Bersambung…….


Perlengkapan Senjata Allah IV

Maret 20, 2009

Baju zirah keadilan

Efesus 6:14-15 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

Setelah kita membahas perlengkapan senjata Allah tentang “ikat pinggang kebenaran” pada artikel yang lalu maka sekarang kita membahas “Bajuzirah keadilan”.

Bajuzirah adalah suatu perlengkapan perang yang berfungsi melindungi tubuh (perut sampai dada) dari senjata musuh, baik tubuh bagian depan maupun bagian belakang. Mengapa tubuh tersebut harus dilindungi? Karena dalam tubuh tersebut ada organ vital manusia yaitu hati/jantung. Selain perlindungan atas senjata musuh, bajuzirah juga sangat membantu keamanan pemakainya saat ada serangan musuh yang bersifat tidak di duga-duga.

Dalam peperangan rohani, umat Tuhan juga harus mengenakan bajuzirah, tetapi bukan bajuzirah secara jasmani, yang terbuat dari logam. Bajuzirah yang dikenakan adalah bajuzirah keadilan (Breastplate of Righteousness). Keadilan yang dimaksud disini adalah keadilan yang mengandung kebenaran, kebenaran firman Tuhan. Keadilan menurut dunia dan keadilan menurut firman Tuhan tidak sama. Di dalam alkitab di kisahkan ada seorang ibu janda miskin memberikan persembahan hanya 2 peser di bait suci, sementara itu orang-orang kaya memberikan banyak. Kalau kita tilik dari keadilan dunia maka siorang kayalah yang menyumbang paling banyak.Tetapi Tuhan Yesus menyatakan bahwa si janda miskinlah yang memberikan paling banyak karena dia memberikan seluruh yang ada padanya. Itulah keadilan yang mengandung kebenaran.

Saudaraku, seperti yang saya nyatakan diatas bahwa bajuzirah bertujuan melindungi jantung/hati. Jantung/hati adalah organ tubuh penting yang menyangkut hidup-mati manusia. Demikian pula bajuzirah keadilan (Righteousness) juga berfungsi melindungi/menjaga hati. Mengapa hati harus dilindungi/dijaga? Karena mati-hidup manusia rohani kita tergantung hati.

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Markus 7:21-22 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

Sadar atau tidak sadar sebenarnya hati kita senantiasa menjadi sasaran senjata iblis. Senjata yang dipakai iblis untuk menyerang hati manusia adalah keserakahan, kesombongan, iri hati, hawa nafsu, kebebalan dll. Semua senjata iblis itu dapat ditahan oleh baju zirah keadilan. Sekali lagi, yang saya maksud keadilan disini adalah keadilan yang mengandung kebenaran.

Saudaraku, hati yang terbuka yang tidak memiliki pelindung akan menjadi bulan-bulanan senjata iblis. Jangan heran kalau di dunia ini kita menemukan ada orang yang serakah, orang yang sombong, iri hati dan dengki dan lain sebagainya, itu karena mereka tidak memakai bajuzirah keadilan untuk menjaga dan melindungi hati mereka.

Berikut ini adalah ciri-ciri orang yang mengenakan baju zirah keadilan (Orang yang menjaga hatinya dengan keadilan).
Tidak akan berpikir hanya untuk kepentingannya sendiri, melainkan berpikir untuk kepentingan semua orang. (Filipi 2:2-4)
Tidak sombong, tidak menganggap dirinya lebih hebat dari orang lain. Yesus adalah Putra Allah yang maha tinggi. Namun dia rela melepaskan semua kemulianNya dan turun ke dunia untuk menjadi sama dengan manusia bahkan menjadi hamba.
Tidak iri hati, iri hati timbul karena tidak bisa menerima kalau orang lain lebih baik dari dirinya.
Tidak serakah, orang serakah adalah orang yang hanya mencari keuntungan sendiri.
Dsb.

Saudaraku, hati harus senantiasa di kenakan baju zirah keadilan. Jangan sampai musuh merebut dan menguasainya. Bila itu terjadi maka kita akan benar-benar berada dibawah kendalinya. Saya ingat, sebelum saya dapat menikah dengan istri, saya harus terlebih dahulu merebut hati calon mertua saya, jadinya pernikahan saya dengan istri tidak terlampau rumit.

Hati adalah pusat segala aktivitas manusia. Apa yang diperbuat manusia tidak muncul begitu saja. Pertama sekali muncul di hati, kemudian hati bekerja sama dengan otak. Dan otak memerintahkan bagian-bagian tubuh untuk mengerjakannya. Itulah sebabnya, orang berbuat kejahatan bukan terjadi begitu saja. Kejahatan pertama sekali muncul di dalam hatinya, kemudian melalui otak hati memerintahkan anggota-anggota tubuh untuk melakukan kejahatan yang sudah dirancangkan dalam hati. Akhirnya kejahatanpun menjadi nyata.

Tuhan Yesus ketika di kayu salib, lambungnya di tikam dengan tombak. Lambung adalah bagian tubuh yang sangat dekat dengan hati. Dan saya yakin bahwa ujung tombak tersebut pasti menembus ke hati. Tuhan Yesus menanggung tikaman itu untuk menggantikan hati kita yang jahat yang seharusnya ditikam. Tuhan Yesus bukan hanya menyucikan kita oleh darah-Nya, melainkan juga rela menanggung hukuman yang seharusnya kita tanggung. Begitu besar kasih Tuhan atas kita. Oleh sebab itu marilah kita mengenakan baju zirah keadilan untuk menjaga hati kita dan menyerahkan hidup kita pada-Nya untuk dipakai menjadi senjata-senjata kebenaran. Tuhan Yesus memberkati.
Bersambung….


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.